Hai, Sobat Literasi!
Salah satu hal kecil yang sering diabaikan penulis adalah penggunaan kata baku. Padahal, kesalahan penulisan kata bisa memengaruhi kualitas sebuah buku secara keseluruhan. Tulisan yang sebenarnya bagus bisa terlihat kurang profesional hanya karena banyak menggunakan kata yang tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Masalahnya, tidak semua penulis sadar bahwa beberapa kata yang sering digunakan sehari-hari ternyata bukan bentuk baku. Akibatnya, kesalahan itu terus muncul di dalam naskah tanpa disadari.
Karena itu, sebelum buku diterbitkan, pengecekan kata baku menjadi langkah penting yang tidak sebaiknya dilewatkan.
“Setiap kata yang dipilih dengan teliti membuat tulisan terasa lebih berarti”
Kenapa Kata Baku Itu Penting?
Kata baku membantu tulisan terlihat:
- lebih profesional
- lebih konsisten
- lebih mudah dipahami pembaca
Selain itu, penggunaan kata baku juga menunjukkan bahwa penulis memperhatikan kualitas tulisannya secara serius.
Dalam penulisan buku, terutama:
- buku akademik
- buku pendidikan
- karya ilmiah
- buku formal
penggunaan kata baku menjadi bagian penting dari kredibilitas tulisan.
Kesalahan Kata yang Sering Tidak Disadari
Banyak kata yang terlihat “normal” ternyata tidak sesuai bentuk bakunya.
Contoh yang sering muncul:
- praktek → praktik
- resiko → risiko
- ijin → izin
- aktifitas → aktivitas
- analisa → analisis
Karena terlalu sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, banyak penulis akhirnya menganggap bentuk tersebut benar.
Padahal, kesalahan kecil seperti ini cukup memengaruhi kualitas naskah saat dibaca editor atau penerbit.
Cara Mengecek Kata Baku Sebelum Buku Diterbitkan
Agar tulisan lebih rapi dan sesuai kaidah, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.
1. Gunakan KBBI Online
Langkah paling sederhana adalah mengecek kata melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
KBBI membantu memastikan:
- bentuk baku kata
- penulisan yang benar
- arti kata sesuai konteks
Jika ragu terhadap satu kata, biasakan langsung mengeceknya sebelum digunakan berulang kali dalam naskah.
2. Perhatikan Kata yang Terasa “Aneh”
Kadang, intuisi membaca cukup membantu.
Jika ada kata yang terasa:
- janggal
- kurang familiar
- membingungkan
cobalah cek kembali bentuk bakunya.
Jangan langsung mengandalkan kebiasaan sehari-hari karena bahasa percakapan sering berbeda dengan bahasa penulisan formal.
3. Gunakan Fitur Pengecekan di Google Docs atau Word
Beberapa aplikasi penulisan memiliki fitur pengecekan otomatis.
Walaupun tidak selalu sempurna, fitur ini cukup membantu menemukan:
- typo
- pengulangan kata
- dan beberapa kesalahan penulisan
Namun, tetap lakukan pengecekan manual karena sistem tidak selalu memahami konteks bahasa Indonesia dengan tepat.
4. Buat Daftar Kata yang Sering Salah
Setiap penulis biasanya memiliki kesalahan yang sering berulang.
Misalnya:
- merubah → mengubah
- himbauan → imbauan
- karir → karier
Membuat daftar pribadi membantu proses editing menjadi lebih cepat dan konsisten.
5. Lakukan Self Editing Perlahan
Kesalahan kata sering lolos karena penulis membaca terlalu cepat.
Cobalah:
- membaca perlahan
- fokus pada detail kata
- mengecek bagian-bagian penting secara khusus
Semakin teliti proses editing, semakin kecil kemungkinan kesalahan tertinggal di dalam naskah.
Jangan Menganggap Kata Baku Hanya Formalitas
Sebagian penulis menganggap kata baku hanyalah aturan teknis yang tidak terlalu penting.
Padahal, penggunaan kata yang tepat sangat memengaruhi:
- kenyamanan membaca
- kualitas tulisan
- kesan profesional sebuah buku
Pembaca mungkin tidak selalu sadar ketika kata baku digunakan dengan benar. Namun, mereka bisa langsung merasakan ketika tulisan terlihat kurang rapi karena banyak kesalahan kecil.
Kapan Bahasa Tidak Baku Masih Bisa Digunakan?
Tidak semua buku harus sepenuhnya formal.
Dalam beberapa jenis tulisan seperti:
- novel
- dialog
- buku populer
bahasa nonformal masih bisa digunakan untuk menyesuaikan gaya dan suasana.
Namun, penulis tetap perlu memahami perbedaannya agar penggunaan bahasa terasa sengaja, bukan karena kesalahan.
Kata yang Tepat Membuat Tulisan Lebih Kuat
Menariknya, kualitas tulisan sering terlihat dari hal-hal kecil.
Bukan hanya dari:
- ide besar
- pembahasan panjang
- istilah rumit
tetapi juga dari ketelitian memilih kata yang tepat.
Tulisan yang rapi menunjukkan bahwa penulis benar-benar menghargai pembacanya.
Mengecek kata baku sebelum buku diterbitkan adalah langkah sederhana yang memiliki dampak besar terhadap kualitas tulisan. Dengan penggunaan bahasa yang tepat, buku akan terlihat lebih profesional, nyaman dibaca, dan lebih meyakinkan.
Karena pada akhirnya, tulisan yang baik bukan hanya tentang apa yang disampaikan, tetapi juga tentang seberapa teliti setiap kata dipilih dan ditempatkan.
Yuk, Tulis dan Wujudkan Bukumu Jadi Nyata!
Konsultasikan naskahmu sekarang dan wujudkan buku impianmu bersama penerbit PT. GHANI PRESS GROUP


