Kesalahan Penulisan Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia

Kesalahan Penulisan

Hai, Sobat Literasi!

Dalam penulisan sehari-hari, kata serapan menjadi bagian yang sangat sering digunakan. Tanpa disadari, banyak kata yang awalnya berasal dari bahasa asing kini sudah terasa akrab dalam bahasa Indonesia.

Namun, meskipun sering dipakai, penulisan kata serapan masih cukup sering keliru.

Kesalahan ini banyak ditemukan dalam:

  • artikel,
  • tugas akademik,
  • media sosial,
  • bahkan naskah buku.

Karena terlalu terbiasa melihat bentuk yang salah, banyak orang akhirnya menganggap penulisannya sudah benar.

Padahal, memahami penulisan kata serapan penting agar tulisan terasa lebih rapi, konsisten, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia.

“Bahasa yang rapi lahir dari seseorang yang sabar menjaga bahkan bentuk-bentuk kecil dalam setiap katanya”

Apa Itu Kata Serapan?

Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa lain lalu digunakan dalam bahasa Indonesia.

Sebagian kata masih mempertahankan bentuk aslinya, tetapi banyak juga yang sudah disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia.

Contohnya:

  • aktivitas
  • risiko
  • kualitas
  • sistem

Kata-kata tersebut berasal dari bahasa asing, tetapi sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia.

Kenapa Kata Serapan Sering Salah Ditulis?

Ada beberapa alasan utama:

  • terbiasa melihat bentuk asing
  • mengikuti penulisan bahasa Inggris
  • kurang mengecek KBBI
  • atau menulis berdasarkan bunyi yang didengar

Akibatnya, banyak kata serapan ditulis tidak sesuai bentuk bakunya.

Kesalahan Penulisan Kata Serapan yang Masih Sering Terjadi

Berikut beberapa contoh yang masih cukup sering ditemukan.

Salah

  • Resiko
  • aktifitas
  • analisa
  • praktek
  • apotik
  • ijin
  • obyek
  • kwalitas

Benar

  • risiko
  • aktivitas
  • analisis
  • praktik
  • apotek
  • izin
  • objek
  • kualitas

Kesalahan seperti ini terlihat sederhana, tetapi cukup memengaruhi kualitas tulisan.

1. Menulis Sesuai Bahasa Asing

Sebagian penulis tetap menggunakan bentuk asing meskipun sudah ada bentuk bakunya dalam bahasa Indonesia.

Contoh:

activity → aktivitas

quality → kualitas

Padahal, dalam penulisan bahasa Indonesia, bentuk baku lebih disarankan digunakan.

2. Menulis Berdasarkan Kebiasaan Lisan

Ada kata yang sering terdengar dalam percakapan sehari-hari, tetapi ternyata bentuk tulisannya berbeda.

Contoh:

praktek  (salah)

praktik (benar)

Karena lebih sering mendengar bentuk “praktek”, banyak orang akhirnya ikut menuliskannya demikian.

3. Tidak Mengecek KBBI

Sebagian orang menulis berdasarkan kebiasaan tanpa memastikan bentuk bakunya.

Padahal, KBBI menjadi acuan penting untuk memastikan penulisan kata sudah tepat atau belum.

Kenapa Hal Ini Penting?

Sebagian orang menganggap kesalahan kata serapan hanyalah detail kecil.

Padahal, penulisan yang tidak tepat bisa membuat tulisan terasa:

  • kurang rapi
  • tidak konsisten
  • dan kurang profesional

Terutama dalam:

  • buku
  • artikel edukasi
  • karya ilmiah

maupun penulisan formal lainnya.

Ketelitian bahasa menjadi bagian penting dari kualitas tulisan.

Cara Menghindari Kesalahan Kata Serapan

Agar tulisan terasa lebih rapi dan sesuai kaidah bahasa Indonesia, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

1. Biasakan Mengecek KBBI

Jika ragu pada sebuah kata, biasakan memeriksa bentuk bakunya di KBBI.

Cara ini membantu mengurangi kesalahan penulisan yang sering tidak disadari.

2. Jangan Langsung Mengikuti Bahasa Asing

Tidak semua bentuk bahasa asing digunakan mentah dalam bahasa Indonesia.

Sebagian sudah mengalami penyesuaian ejaan.

Karena itu, penting memahami bentuk bakunya dalam bahasa Indonesia.

3. Perhatikan Kata yang Sering Digunakan

Biasanya, kesalahan justru muncul pada kata yang paling sering dipakai.

Karena merasa sudah familiar, penulis jarang memeriksa ulang penulisannya.

4. Biasakan Membaca Ulang Tulisan

Membaca ulang membantu menemukan:

  • typo
  • kata tidak baku
  • dan penulisan yang kurang konsisten

Semakin teliti proses editing, semakin baik kualitas tulisan.

Bahasa yang Rapi Membuat Tulisan Lebih Nyaman

Tulisan yang nyaman dibaca biasanya terasa:

  • lebih tenang
  • lebih jelas
  • dan lebih meyakinkan

Hal itu sering lahir dari detail kecil seperti:

  • pilihan kata
  • ejaan
  • dan konsistensi penulisan

Karena itu, memperhatikan kata serapan bukan sekadar soal aturan bahasa, tetapi juga tentang menjaga kenyamanan pembaca.

Menulis yang Baik Ada pada Detail Kecil

Banyak orang fokus pada ide besar dalam tulisan, tetapi lupa memperhatikan detail bahasa.

Padahal, kualitas tulisan sering terlihat dari:

  • ketelitian memilih kata
  • kerapian ejaan
  • dan perhatian pada hal-hal sederhana

Karena sering kali, tulisan yang terasa profesional lahir dari detail kecil yang tidak diabaikan.

Kesalahan penulisan kata serapan memang terlihat sederhana, tetapi masih sangat sering terjadi dalam penulisan sehari-hari. Dengan memahami bentuk bakunya, tulisan akan terasa lebih rapi, konsisten, dan nyaman dibaca.

Karena pada akhirnya, tulisan yang baik bukan hanya tentang isi yang menarik, tetapi juga tentang bagaimana setiap kata dijaga agar tetap tepat saat sampai kepada pembacanya.

Yuk, Tulis dan Wujudkan Bukumu Jadi Nyata!

Konsultasikan naskahmu sekarang dan wujudkan buku impianmu bersama penerbit PT. GHANI PRESS GROUP

Related Post

Recent Post

Kesalahan Penulisan Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia

Kesalahan Penulisan Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia

Hai, Sobat Literasi! Dalam penulisan sehari-hari, kata serapan menjadi bagian yang sangat sering digunakan. Tanpa disadari, banyak kata yang awalnya…

Cara Menemukan Semangat Menulis yang Sering Hilang

Cara Menemukan Semangat Menulis yang Sering Hilang

Hai, Sobat Literasi! Semangat menulis tidak selalu datang setiap hari. Ada masa ketika ide terasa penuh, jari ingin terus mengetik,…

Kesalahan Penggunaan Huruf Miring dalam Buku dan Artikel

Kesalahan Penggunaan Huruf Miring dalam Buku dan Artikel

Hai, Sobat Literasi! Huruf miring sering dianggap sebagai hal kecil dalam penulisan. Karena terlihat sederhana, banyak penulis menggunakannya tanpa benar-benar…