Hai, Sobat Literasi!
Banyak penulis mengira bahwa tulisan yang baik harus terdengar formal, serius, dan penuh istilah yang “berat”. Akibatnya, mereka berusaha membuat kalimat seformal mungkin agar terlihat lebih profesional atau lebih pintar.
Padahal, tidak semua tulisan yang terlihat formal terasa nyaman dibaca. Justru, banyak pembaca berhenti di tengah jalan karena tulisan terasa kaku, terlalu rumit, dan sulit dinikmati.
Masalahnya bukan pada isi pembahasannya, melainkan pada cara penyampaiannya. Ketika tulisan terlalu formal, pembaca sering merasa seperti sedang membaca sesuatu yang jauh dan melelahkan.
“Saat tulisan lebih ingin dikagumi daripada dimengerti, pembaca perlahan memilih pergi”
Kenapa Banyak Penulis Menggunakan Bahasa Terlalu Formal?
Ada beberapa alasan kenapa penulis sering terjebak dalam gaya bahasa yang terlalu formal.
Sebagian ingin:
- Terlihat lebih profesional
- Membuat tulisan terdengar akademis
- Terlihat lebih meyakinkan
- Takut dianggap kurang serius
Akibatnya, tulisan dipenuhi:
- Kalimat panjang
- Istilah rumit
- Bahasa yang terlalu baku
- Struktur yang berbelit-belit
Padahal, pembaca sebenarnya lebih menyukai tulisan yang jelas dan mudah dipahami.
Apa yang Dirasakan Pembaca?
Dari sudut pandang pembaca, tulisan yang terlalu formal biasanya terasa:
- Kaku dan jauh
- Sulit dipahami dalam sekali baca
- Membosankan
- Tidak mengalir
- Melelahkan untuk diikuti
Akibatnya, pembaca kehilangan fokus sebelum memahami isi sebenarnya.
Formal Boleh, Tetapi Tetap Harus Nyaman Dibaca
Penting untuk dipahami bahwa formal bukan berarti harus rumit.
Tulisan tetap bisa:
- Profesional
- Akademis
- Berbobot
tanpa harus membuat pembaca kesulitan.
Kunci utamanya adalah keseimbangan antara kejelasan dan formalitas.
Kesalahan yang Membuat Tulisan Terlalu Formal
Beberapa kebiasaan berikut sering membuat tulisan terasa berat.
1. Menggunakan Kata yang Terlalu Rumit
Sebagian penulis memilih kata yang sebenarnya bisa disederhanakan.
Contoh:
- “Mengimplementasikan” → “menerapkan”
- “Melaksanakan optimalisasi” → “meningkatkan”
Kata yang sederhana biasanya lebih mudah dipahami dan terasa lebih natural.
2. Kalimat Terlalu Panjang
Kalimat yang terlalu panjang membuat pembaca harus menahan terlalu banyak informasi sekaligus.
Akibatnya:
- Inti pembahasan sulit ditangkap
- Pembaca mudah kehilangan fokus
Kalimat pendek sering terasa lebih jelas dan nyaman dibaca.
3. Terlalu Banyak Istilah Teknis
Istilah teknis memang kadang diperlukan, terutama dalam tulisan ilmiah. Namun, jika digunakan berlebihan tanpa penjelasan, pembaca bisa merasa asing.
Solusinya: Gunakan istilah seperlunya
Berikan penjelasan yang sederhana
4. Menulis Seolah Sedang “Menggurui”
Tulisan yang terlalu formal kadang terasa seperti ceramah satu arah.
Padahal, pembaca lebih nyaman dengan tulisan yang terasa:
- Mengajak
- Menjelaskan
- Dekat secara emosional
Bukan sekadar terdengar resmi.
Ciri Tulisan yang Formal tetapi Tetap Nyaman Dibaca
Tulisan yang baik biasanya:
- Menggunakan bahasa yang jelas
- Tidak bertele-tele
- Memiliki alur yang mengalir
- Tetap profesional tanpa terasa kaku
- Mudah dipahami dalam sekali baca
Tulisan seperti ini membuat pembaca merasa dimudahkan, bukan dibebani.
Cara Membuat Tulisan Lebih Natural
Agar tulisan tidak terasa terlalu formal, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.
1. Tulis Seperti Sedang Menjelaskan
Bayangkan kamu sedang menjelaskan kepada seseorang secara langsung.
Biasanya:
- Kalimat menjadi lebih natural
- Bahasa terasa lebih hidup
- Alur lebih mengalir
2. Gunakan Kata yang Lebih Sederhana
Tidak semua ide harus disampaikan dengan kata yang rumit.
Justru, tulisan yang sederhana:
- Lebih mudah dipahami
- Lebih nyaman dibaca
- Lebih mudah diingat pembaca
3. Pecah Kalimat yang Terlalu Panjang
Jika satu kalimat terasa penuh, pisahkan menjadi beberapa bagian.
Ini membantu pembaca:
- Memahami isi lebih cepat
- Menangkap inti pembahasan dengan lebih jelas
4. Gunakan Struktur yang Rapi
Tulisan yang rapi terasa lebih ringan meskipun pembahasannya serius.
Gunakan:
- Subjudul
- Paragraf pendek
- Kata penghubung yang tepat
Struktur membantu pembaca mengikuti alur tulisan tanpa merasa lelah.
Kenapa Tulisan yang Ringan Justru Lebih Kuat?
Tulisan yang ringan bukan berarti dangkal.
Justru, kemampuan menjelaskan hal kompleks dengan cara sederhana adalah salah satu tanda bahwa penulis benar-benar memahami topiknya.
Karena pada akhirnya, pembaca tidak mencari tulisan yang terlihat paling rumit. Mereka mencari tulisan yang membantu mereka memahami sesuatu dengan lebih mudah.
Tulisan yang terlalu formal sering terasa sulit dinikmati bukan karena isinya buruk, tetapi karena cara penyampaiannya terlalu jauh dari pembaca.
Menulis bukan tentang membuat kata-kata terdengar berat, tetapi tentang membuat ide terasa jelas dan mudah dipahami.
Karena pada akhirnya, tulisan yang benar-benar kuat bukan yang membuat pembaca kagum pada kerumitannya, tetapi yang membuat mereka bertahan membaca sampai akhir tanpa merasa lelah.
Yuk, Tulis dan Wujudkan Bukumu Jadi Nyata!
Konsultasikan naskahmu sekarang dan wujudkan buku impianmu bersama penerbit PT. GHANI PRESS GROUP


