Hai, Sobat Literasi!
Di era ketika semua hal bergerak cepat, menulis sering ikut terasa seperti perlombaan. Siapa yang paling cepat selesai, paling banyak dibaca, paling sering dipuji, atau paling ramai diperbincangkan.
Tanpa sadar, banyak penulis mulai merasa tertinggal.
Melihat orang lain:
- lebih produktif
- lebih konsisten
- atau terlihat lebih berbakat
membuat sebagian orang perlahan kehilangan semangat untuk melanjutkan tulisannya sendiri.
Padahal, menulis bukan tentang siapa yang paling cepat sampai. Menulis lebih sering tentang siapa yang tetap bertahan meski berkali-kali merasa ingin berhenti.
“Menulis bukan tentang siapa yang paling cepat didengar, tetapi siapa yang tetap bertahan meski sering merasa sendirian”
Banyak Penulis Diam-Diam Merasa Tertinggal
Media sosial membuat semua orang bisa melihat hasil karya satu sama lain dengan sangat mudah.
Ada yang:
- menerbitkan buku
- rutin menulis setiap hari
- atau mendapatkan banyak apresiasi
Sementara di sisi lain, ada seseorang yang masih berjuang menyelesaikan satu halaman saja.
Hal seperti ini sering membuat penulis mulai mempertanyakan dirinya sendiri.
- “Kenapa aku tidak sejauh mereka?”
- “Kenapa tulisanku terasa biasa saja?”
- “Kenapa aku begitu lambat berkembang?”
Padahal, setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda.
Menulis Bukan Perlombaan
Tidak ada garis finish dalam menulis.
Tidak ada aturan siapa yang harus lebih cepat berhasil atau lebih dulu dikenal.
Karena sebenarnya, setiap penulis:
- punya ritme
- punya proses
- dan punya waktunya masing-masing untuk bertumbuh
Tulisan yang baik tidak selalu lahir dari proses yang cepat. Kadang, ia tumbuh perlahan dari seseorang yang terus mencoba meski berkali-kali merasa gagal.
Bertahan Jauh Lebih Sulit daripada Memulai
Banyak orang bisa mulai menulis.
Namun, tidak semua mampu bertahan ketika:
- ide mulai habis
- rasa percaya diri menurun
- atau tulisan terasa tidak berkembang
Ada hari ketika menulis terasa menyenangkan.
Ada juga hari ketika membuka dokumen kosong saja terasa melelahkan.
Di titik itulah, bertahan menjadi bagian yang paling sulit.
Tidak Semua Proses Harus Terlihat Hebat
Sebagian orang tumbuh dalam diam.
Mereka mungkin tidak:
- selalu mempublikasikan tulisannya
- tidak selalu mendapat perhatian
- atau tidak terlihat paling produktif
Namun, diam-diam mereka tetap belajar, tetap mencoba, dan tetap menulis.
Karena bertumbuh tidak selalu harus terlihat ramai.
Menulis Tidak Harus Selalu Cepat
Ada tulisan yang selesai dalam satu malam.
Ada juga yang membutuhkan waktu sangat lama untuk benar-benar selesai.
Dan itu tidak apa-apa.
Karena setiap tulisan memiliki waktunya sendiri untuk matang.
Kadang, proses yang lambat justru membuat seseorang lebih mengenal dirinya sendiri saat menulis.
Terlalu Sering Membandingkan Diri Membuat Lelah
Salah satu hal yang paling sering membuat penulis kehilangan semangat adalah terlalu sering melihat perjalanan orang lain.
Padahal:
yang terlihat di luar tidak selalu menunjukkan seluruh prosesnya,
dan tidak semua orang berjalan di jalur yang sama.
Tulisan orang lain bukan ukuran gagal atau berhasilnya perjalananmu.
Menulis Juga Tentang Bertahan dengan Diri Sendiri
Kadang, musuh terbesar seorang penulis bukan orang lain, tetapi pikirannya sendiri.
Rasa:
- tidak cukup bagus
- tidak cukup berbakat
- atau tidak cukup layak dibaca
sering menjadi alasan seseorang perlahan menjauh dari menulis.
Padahal, banyak penulis hebat juga pernah merasa ragu pada dirinya sendiri.
Tulisan Tidak Harus Sempurna untuk Tetap Berarti
Banyak orang menunda menulis karena ingin menghasilkan tulisan yang sempurna.
Padahal, tidak semua tulisan harus langsung luar biasa.
Kadang, satu tulisan sederhana tetap bisa:
- menemani seseorang
- membuat orang merasa dipahami
- atau meninggalkan kesan yang tidak disangka-sangka
Karena sering kali, yang paling membekas bukan kesempurnaannya, tetapi ketulusannya.
Bertahan Sedikit Demi Sedikit Tetaplah Proses
Mungkin hari ini:
- hanya menulis satu paragraf
- hanya membuka kembali draft lama
- atau hanya mencoba mulai lagi setelah lama berhenti
Namun, itu tetap sebuah langkah.
Karena bertahan tidak selalu terlihat besar. Kadang, ia hadir dalam keberanian kecil untuk tidak benar-benar menyerah.
Menulis Adalah Perjalanan yang Panjang
Tidak semua tulisan langsung menemukan pembacanya.
Tidak semua proses berjalan cepat.
Dan tidak semua penulis selalu merasa percaya diri.
Namun, seseorang yang terus bertahan biasanya akan menemukan bentuk terbaik dirinya sendiri seiring waktu berjalan.
Menulis memang tidak selalu mudah. Ada rasa lelah, ragu, dan keinginan untuk berhenti yang sering datang diam-diam. Namun, menulis bukan tentang siapa yang paling cepat berhasil atau paling ramai diperhatikan.
Karena pada akhirnya, menulis adalah tentang bertahan, tetap kembali pada kata-kata meski hati berkali-kali merasa ingin menyerah.
Yuk, Tulis dan Wujudkan Bukumu Jadi Nyata!
Konsultasikan naskahmu sekarang dan wujudkan buku impianmu bersama penerbit PT. GHANI PRESS GROUP


