Mengapa Ada Kata yang Tidak Ditemukan di KBBI?

Mengapa Ada Kata

Hai, Sobat Literasi!

Pernahkah Anda mencari sebuah kata di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tetapi hasilnya tidak ditemukan? Pengalaman seperti ini cukup sering dialami oleh penulis, mahasiswa, guru, maupun masyarakat umum. Tidak sedikit yang kemudian menganggap bahwa KBBI belum lengkap atau bahkan mengira kata tersebut pasti salah.

Padahal, tidak semua kata yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari otomatis tercantum di KBBI. Ada berbagai alasan mengapa sebuah kata belum atau tidak dimasukkan ke dalam kamus resmi bahasa Indonesia tersebut. Memahami alasan ini akan membantu penulis menggunakan bahasa Indonesia secara lebih tepat sekaligus memahami bagaimana bahasa terus berkembang.

Lalu, mengapa ada kata yang tidak ditemukan di KBBI? Berikut penjelasannya.

“Tidak semua kata yang sering terdengar telah menjadi bagian dari kamus; sebagian masih menunggu waktu, sebagian lainnya memang tidak ditujukan untuk menjadi kata baku”

Apa Itu KBBI?

KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan kamus resmi bahasa Indonesia yang disusun dan dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

KBBI berfungsi sebagai acuan untuk mengetahui bentuk kata baku, makna kata, kelas kata, serta berbagai informasi kebahasaan lainnya. Oleh karena itu, KBBI menjadi rujukan utama bagi penulis, editor, akademisi, dan masyarakat yang ingin menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah.

Namun, perlu dipahami bahwa KBBI bukanlah kumpulan semua kata yang pernah digunakan oleh masyarakat.

Mengapa Ada Kata yang Tidak Ditemukan di KBBI?

Ada beberapa alasan mengapa suatu kata belum dapat ditemukan di KBBI.

1. Kata Tersebut Belum Menjadi Kata Baku

Sebagian kata hanya digunakan dalam percakapan sehari-hari atau lingkungan tertentu sehingga belum ditetapkan sebagai bentuk baku.

Misalnya, beberapa kata yang populer di media sosial atau percakapan informal sering digunakan oleh banyak orang, tetapi belum memenuhi kriteria untuk dimasukkan ke dalam KBBI.

2. Kata Berasal dari Bahasa Daerah atau Istilah Khusus

Indonesia memiliki ratusan bahasa daerah yang masing-masing memiliki kosakata sendiri.

Tidak semua kosakata daerah dimasukkan ke dalam KBBI. Demikian pula dengan istilah yang hanya digunakan dalam bidang tertentu. Sebagian istilah memiliki kamus atau glosarium tersendiri sehingga tidak selalu tercantum dalam KBBI.

3. Kata Masih Relatif Baru

Bahasa terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Setiap tahun muncul kata-kata baru yang digunakan oleh masyarakat.

Namun, sebuah kata tidak langsung dimasukkan ke dalam KBBI hanya karena sedang populer. Kata tersebut perlu melalui proses pengamatan, pengkajian, dan pertimbangan sebelum akhirnya diputuskan layak menjadi bagian dari kamus resmi.

Bagaimana Sebuah Kata Bisa Masuk ke KBBI?

Masuknya sebuah kata ke dalam KBBI bukanlah proses yang terjadi secara instan.

Tim penyusun KBBI mempertimbangkan berbagai aspek, seperti frekuensi penggunaan, makna yang jelas, konsistensi pemakaian di masyarakat, serta relevansinya dalam perkembangan bahasa Indonesia.

Apabila sebuah kata digunakan secara luas dan memiliki fungsi yang jelas dalam komunikasi, peluangnya untuk dipertimbangkan masuk ke KBBI akan semakin besar.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Kata Tidak Ada di KBBI?

Jangan Langsung Menganggap Kata Itu Salah

Ketika tidak menemukan sebuah kata di KBBI, langkah pertama adalah memastikan kembali ejaannya. Bisa jadi kata tersebut memiliki bentuk baku yang berbeda dari yang biasa digunakan.

Jika setelah diperiksa kata tersebut memang belum ada, cobalah mencari padanan kata yang sudah baku atau gunakan istilah lain yang memiliki makna serupa.

Untuk penulisan ilmiah, buku, maupun dokumen resmi, sebaiknya selalu mengutamakan kata yang telah tercantum dalam KBBI agar tulisan tetap sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Kesalahan yang Masih Sering Terjadi

Masih banyak orang yang menganggap bahwa semua kata yang sering digunakan pasti terdapat dalam KBBI. Sebaliknya, ada pula yang mengira kata yang tidak ditemukan di KBBI pasti tidak boleh digunakan sama sekali.

Padahal, kedua anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Bahasa terus berkembang, sedangkan KBBI berfungsi sebagai kamus baku yang menyajikan kata-kata yang telah melalui proses kajian dan penetapan.

Karena itu, penting bagi penulis untuk memahami fungsi KBBI sekaligus menyadari bahwa perkembangan bahasa tidak selalu berlangsung secepat perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ditemukannya suatu kata di KBBI bukan berarti kata tersebut selalu salah. Ada berbagai faktor yang memengaruhi, mulai dari statusnya yang belum baku, berasal dari bahasa daerah, merupakan istilah khusus, hingga masih tergolong sebagai kata baru yang belum melalui proses pengkajian.

Bagi penulis, KBBI tetap menjadi rujukan utama dalam memilih kata yang tepat. Dengan memahami alasan mengapa ada kata yang tidak ditemukan di KBBI, kita tidak hanya menjadi lebih cermat dalam menulis, tetapi juga lebih memahami bahwa bahasa Indonesia terus berkembang seiring dengan perubahan masyarakat dan zamannya.

Yuk, Tulis dan Wujudkan Bukumu Jadi Nyata!

Konsultasikan naskahmu sekarang dan wujudkan buku impianmu bersama penerbit PT. GHANI PRESS GROUP

Related Post

Recent Post

Promo Jasa Penerbitan Buku

Promo Jasa Penerbitan Buku

Cukup bayar Rp. 500.000 kalian sudah bisa menerbitkan buku yang akan bisa diakses secara luas. Penulis akan mendapatkan free 1Eks…

Mengapa Ilustrasi Penting dalam Sebuah Buku?

Mengapa Ilustrasi Penting dalam Sebuah Buku?

Hai, Sobat Literasi! Sebuah buku tidak hanya dinilai dari kualitas isi, tetapi juga dari bagaimana informasi di dalamnya disajikan. Salah…

Cara Menghindari Kesalahan saat Mengajukan ISBN

Cara Menghindari Kesalahan saat Mengajukan ISBN

Hai, Sobat Literasi! ISBN atau International Standard Book Number merupakan nomor identitas unik yang digunakan untuk membedakan satu buku dengan…