Kesalahan Penulisan Gelar yang Masih Banyak Salah Digunakan

Kesalahan Penulisan Gelar

Hai, Sobat Literasi!

Penulisan gelar sering dianggap sebagai hal sederhana dalam bahasa Indonesia. Padahal, kesalahan kecil dalam menulis gelar cukup sering ditemukan, bahkan dalam:

  • Artikel,
  • Dokumen resmi,
  • Hingga naskah akademik.

Karena terlihat sepele, banyak orang menulis gelar tanpa benar-benar memperhatikan aturan penulisannya.

Akibatnya, muncul berbagai bentuk penulisan yang:

  • Tidak konsisten,
  • Kurang tepat,
  • Atau tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia.

Padahal, penulisan gelar yang benar membantu tulisan terlihat lebih rapi, profesional, dan menghargai identitas seseorang dengan tepat.

“Tulisan yang rapi lahir dari perhatian kecil yang tidak pernah dibiarkan tumbuh menjadi sembarangan”

Kenapa Penulisan Gelar Sering Salah?

Ada beberapa alasan yang cukup umum.

Misalnya:

  • Terbiasa melihat penulisan yang keliru,
  • Kurang memahami aturan singkatan,
  • Atau menulis terlalu cepat tanpa membaca ulang.

Akibatnya, kesalahan yang sama terus diulang dan dianggap wajar.

Kesalahan Penulisan Gelar yang Masih Sering Terjadi

Berikut beberapa kesalahan yang masih banyak ditemukan.

1. Tidak Menggunakan Tanda Titik

    Contoh:

    S Pd

    M Si

    Drs

    Penulisan yang benar:

    S.Pd.

    M.Si.

    Drs.

    Dalam bahasa Indonesia, singkatan gelar menggunakan tanda titik pada setiap unsur singkatannya.

    2. Menggunakan Spasi yang Tidak Tepat

    Contoh: 

    S. Pd.

    M. Si.

    Penulisan yang benar:

    S.Pd.

    M.Si.

    Tanda titik tetap digunakan, tetapi tidak diberi spasi di antara unsur singkatan.

    3. Penempatan Koma yang Salah

    Contoh:

    Budi Santoso S.Pd.

    Budi Santoso, S.Pd

    Penulisan yang benar:

    Budi Santoso, S.Pd.

    Nama dan gelar dipisahkan dengan tanda koma.

    4. Menulis Semua Gelar dengan Huruf Besar Penuh

    Contoh:

    S.PD.

    M.SI.

    Penulisan yang benar:

    S.Pd.

    M.Si.

    Huruf kapital digunakan sesuai bentuk singkatan resminya.

    5. Tidak Konsisten dalam Satu Tulisan

    Sebagian penulis menulis:

    S.Pd. di awal tulisan, lalu berubah menjadi:

    SPd atau:

    S.Pd

    Ketidakkonsistenan seperti ini membuat tulisan terasa kurang rapi.

    Kenapa Hal Ini Penting?

    Sebagian orang menganggap penulisan gelar hanyalah formalitas kecil.

    Padahal, detail seperti ini cukup memengaruhi:

    • Kerapian tulisan,
    • Kesan profesional,
    • Dan ketelitian penulis.

    Terutama dalam:

    • Karya ilmiah,
    • Dokumen resmi,
    • Buku,
    • Maupun artikel formal.

    Kesalahan kecil yang berulang bisa membuat tulisan terasa kurang teliti.

    Cara Menulis Gelar dengan Tepat

    Agar penulisan gelar lebih rapi dan sesuai kaidah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    1. Gunakan Bentuk Resmi

      Biasakan menggunakan bentuk gelar yang benar sesuai aturan bahasa Indonesia.

      Jika ragu, cek penulisan resminya dari sumber terpercaya.

      2. Perhatikan Tanda Titik

      Sebagian besar singkatan gelar menggunakan tanda titik pada setiap unsur singkatannya.

      Hal kecil ini sering terlupakan.

      3. Gunakan Koma Setelah Nama

      Nama dan gelar dipisahkan menggunakan koma.

      Contoh: Andi Pratama, S.Kom.

      4. Jaga Konsistensi Penulisan

      Jika sudah menggunakan satu format, pertahankan sampai akhir tulisan.

      Konsistensi membuat tulisan terasa lebih profesional.

      Detail Kecil yang Membuat Tulisan Terlihat Profesional

      • Tulisan yang rapi biasanya lahir dari perhatian terhadap detail-detail sederhana seperti:
      • Tanda baca,
      • Huruf kapital,
      • Kata baku,
      • Dan penulisan gelar.

      Karena sebenarnya, pembaca sering bisa merasakan mana tulisan yang dibuat dengan teliti dan mana yang ditulis terburu-buru.

      Menulis yang Baik Ada pada Ketelitian

      Banyak orang fokus pada isi besar sebuah tulisan, tetapi lupa menjaga detail kecil di dalamnya.

      Padahal, kualitas tulisan sering terlihat dari:

      • Kerapian bahasa,
      • Konsistensi penulisan,
      • Dan perhatian terhadap hal-hal sederhana.

      Karena itu, ketelitian kecil bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dari kualitas sebuah tulisan.

      Kesalahan penulisan gelar memang terlihat sederhana, tetapi masih sangat sering ditemukan dalam berbagai jenis tulisan. Dengan memahami aturan penulisan yang tepat, tulisan akan terasa lebih rapi, profesional, dan nyaman dibaca.

      Karena pada akhirnya, tulisan yang baik bukan hanya tentang isi yang benar, tetapi juga tentang bagaimana detail-detail kecil dijaga dengan penuh perhatian.

      Yuk, Tulis dan Wujudkan Bukumu Jadi Nyata!

      Konsultasikan naskahmu sekarang dan wujudkan buku impianmu bersama penerbit PT. GHANI PRESS GROUP

      Related Post

      Recent Post

      Kesalahan Penulisan Gelar yang Masih Banyak Salah Digunakan

      Kesalahan Penulisan Gelar yang Masih Banyak Salah Digunakan

      Hai, Sobat Literasi! Penulisan gelar sering dianggap sebagai hal sederhana dalam bahasa Indonesia. Padahal, kesalahan kecil dalam menulis gelar cukup…

      Menulis Tidak Selalu Tentang Kata-Kata, tetapi Tentang Keberanian

      Menulis Tidak Selalu Tentang Kata-Kata, tetapi Tentang Keberanian

      Hai, Sobat Literasi! Banyak orang mengira hal tersulit dalam menulis adalah mencari ide atau merangkai kalimat yang indah. Padahal, bagi…

      Cara Menggunakan Kata Ganti dengan Tepat dalam Penulisan Formal

      Cara Menggunakan Kata Ganti dengan Tepat dalam Penulisan Formal

      Hai, Sobat Literasi! Dalam penulisan formal, penggunaan kata ganti sering dianggap hal kecil yang tidak terlalu penting. Padahal, pemilihan kata…