Hai, Sobat Literasi!
Singkatan sering digunakan dalam berbagai jenis tulisan, mulai dari artikel, karya ilmiah, surat resmi, hingga naskah buku. Penggunaannya memang membantu membuat penulisan menjadi lebih ringkas dan praktis.
Namun, masih banyak penulis yang melakukan kesalahan dalam menuliskan singkatan. Kesalahan tersebut sering dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi kerapian dan profesionalitas sebuah tulisan.
Karena itu, memahami aturan penulisan singkatan menjadi penting bagi siapa saja yang ingin menghasilkan tulisan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
“Ada tulisan yang diingat karena gagasannya, ada pula yang dihargai karena ketelitian yang menjaganya”
Mengapa Penulisan Singkatan Perlu Diperhatikan?
Singkatan merupakan bentuk pemendekan kata atau gabungan kata yang penulisannya memiliki aturan tertentu.
Jika ditulis secara tidak tepat, singkatan dapat:
- mengurangi kerapian tulisan,
- membingungkan pembaca,
- dan menunjukkan kurangnya perhatian terhadap kaidah bahasa.
Padahal, detail kecil seperti ini sering menjadi penanda kualitas sebuah tulisan.
Kesalahan Penulisan Singkatan yang Masih Sering Terjadi
Berikut beberapa kesalahan yang masih banyak ditemukan dalam berbagai jenis tulisan.
1. Salah Menempatkan Tanda Titik
Contoh penulisan yang salah:
- Yth
- dll
- dsb
Contoh penulisan yang benar:
- Yth.
- dll.
- dsb.
Beberapa singkatan umum memerlukan tanda titik di bagian akhir sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
2. Menambahkan Tanda Titik yang Tidak Diperlukan
Sebaliknya, ada juga singkatan yang justru tidak memerlukan tanda titik.
Contoh yang salah:
- SD.
- SMP.
- PT. Maju Jaya
Contoh yang benar:
- SD
- SMP
- PT Maju Jaya
Singkatan nama lembaga, organisasi, atau jenjang pendidikan umumnya ditulis tanpa tanda titik.
3. Tidak Konsisten dalam Satu Tulisan
Contoh:
Pada awal tulisan menggunakan:
dll.
Namun pada bagian lain berubah menjadi:
dll
Ketidakkonsistenan seperti ini sering luput dari perhatian, tetapi membuat tulisan terlihat kurang rapi.
4. Salah Menulis Singkatan Gelar
Contoh:
- S Pd
- SPd
- S. Pd.
Penulisan yang benar:
S.Pd.
Hal yang sama berlaku untuk gelar lain seperti:
S.Kom.
M.Pd.
M.Si.
S.E.
Karena setiap unsur singkatan dipisahkan dengan tanda titik tanpa spasi.
5. Menulis Akronim dan Singkatan Secara Keliru
Contoh:
Unesco harusnya UNESCO
UGM ditulis Ugm
Penulisan singkatan nama lembaga dan organisasi harus mengikuti bentuk resminya.
Cara Menghindari Kesalahan Penulisan Singkatan
Agar lebih tepat dalam menggunakan singkatan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan.
Perhatikan Jenis Singkatannya
Tidak semua singkatan memiliki aturan yang sama.
Ada yang:
- menggunakan tanda titik,
- tidak menggunakan tanda titik,
- atau ditulis dengan huruf kapital seluruhnya.
Karena itu, penting memahami jenis singkatan yang digunakan.
Gunakan KBBI dan Pedoman Ejaan
Jika ragu terhadap suatu bentuk singkatan, biasakan memeriksa sumber resmi seperti:
KBBI,
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI/EYD terbaru),
atau pedoman penulisan akademik yang berlaku.
Lakukan Pemeriksaan Ulang
Kesalahan singkatan sering muncul karena penulis terlalu fokus pada isi tulisan.
Membaca ulang naskah sebelum dipublikasikan dapat membantu menemukan kesalahan-kesalahan kecil yang sebelumnya terlewat.
Detail Kecil yang Membuat Tulisan Lebih Profesional
Sebagian orang lebih fokus pada isi tulisan daripada aspek teknis bahasa.
Padahal, pembaca sering menilai kualitas tulisan dari hal-hal sederhana seperti:
- ejaan,
- tanda baca,
- huruf kapital,
- dan penulisan singkatan.
Ketika detail-detail kecil diperhatikan, tulisan akan terasa lebih rapi dan profesional.
Ketelitian Bahasa Adalah Bagian dari Kualitas Tulisan
Menulis bukan hanya tentang menyampaikan ide, tetapi juga tentang bagaimana ide tersebut disajikan dengan baik.
Karena itu, memahami aturan penulisan singkatan bukan sekadar mengikuti kaidah bahasa, melainkan bentuk penghargaan terhadap pembaca dan karya yang sedang ditulis.
Kesalahan penulisan singkatan masih sering ditemukan dalam berbagai jenis tulisan, meskipun aturannya sudah cukup jelas. Dengan memahami kaidah yang berlaku dan membiasakan diri melakukan pemeriksaan ulang, penulis dapat menghasilkan tulisan yang lebih rapi, konsisten, dan profesional.
Karena pada akhirnya, tulisan yang baik tidak hanya dibangun oleh gagasan yang kuat, tetapi juga oleh perhatian terhadap detail-detail kecil yang menjaga kualitasnya.
Yuk, Tulis dan Wujudkan Bukumu Jadi Nyata!
Konsultasikan naskahmu sekarang dan wujudkan buku impianmu bersama penerbit PT. GHANI PRESS GROUP


