Hai, Sobat Literasi!
Singkatan dan akronim hampir selalu muncul dalam berbagai jenis tulisan. Penulis buku akademik mungkin menggunakan nama lembaga, istilah bidang tertentu, atau program penelitian. Penulis buku umum juga dapat menggunakan singkatan yang sudah dikenal dalam kehidupan sehari-hari.
Masalahnya, penulisan singkatan dan akronim sering dianggap sepele. Ada yang seluruhnya ditulis dengan huruf kapital, ada yang menggunakan tanda titik, ada pula yang langsung menggunakan bentuk singkat tanpa memperkenalkan kepanjangannya.
Padahal, singkatan dan akronim memiliki aturan penulisan yang perlu diperhatikan. Kesalahan kecil dapat membuat naskah terlihat kurang rapi, terutama jika terjadi berulang kali dalam satu buku.
“Tulisan yang rapi bukan hanya tentang kata yang tepat, tetapi juga tentang cara setiap bagian kecil dituliskan dengan benar”
Apa Perbedaan Singkatan dan Akronim?
Sebelum membahas cara penulisannya, penting memahami bahwa singkatan dan akronim bukanlah hal yang sama.
Singkatan adalah bentuk pendek dari satu kata atau beberapa kata. Penulisannya dapat menggunakan huruf tertentu dari bentuk lengkapnya.
Sementara itu, akronim merupakan singkatan yang berupa gabungan huruf atau suku kata dan dapat dilafalkan sebagai sebuah kata.
Contohnya, KTP merupakan singkatan dari kartu tanda penduduk, sedangkan pemilu merupakan akronim dari pemilihan umum.
Perbedaan tersebut penting karena aturan penulisannya juga dapat berbeda.
Singkatan Nama Orang, Gelar, Sapaan, atau Pangkat
Singkatan yang terdiri atas huruf awal unsur nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat pada umumnya diikuti tanda titik.
Contohnya:
- Dr. = doktor
- Prof. = profesor
- S.Pd. = sarjana pendidikan
- M.Pd. = magister pendidikan
- Bpk. = bapak
- Sdr. = saudara
Dalam naskah buku, penulis perlu menjaga konsistensi. Jika sebuah gelar ditulis dengan format tertentu pada bagian awal, format tersebut sebaiknya tetap digunakan pada bagian lainnya.
Singkatan Nama Lembaga dan Organisasi
Berbeda dengan singkatan gelar atau sapaan, nama lembaga, organisasi, kementerian, atau dokumen resmi tertentu yang terdiri atas huruf awal setiap kata umumnya ditulis menggunakan huruf kapital tanpa tanda titik.
Contohnya:
- DPR = Dewan Perwakilan Rakyat
- MPR = Majelis Permusyawaratan Rakyat
- KTP = kartu tanda penduduk
- WHO = World Health Organization
- ISBN = International Standard Book Number
Hal yang perlu diperhatikan adalah bentuk singkatan yang sudah menjadi nama atau istilah resmi perlu mengikuti bentuk yang berlaku.
Singkatan yang Terdiri atas Tiga Huruf atau Lebih
Beberapa singkatan yang bukan nama lembaga dapat menggunakan tanda titik pada setiap unsurnya, sesuai dengan jenis singkatannya.
Contohnya:
- dll. = dan lain-lain
- dsb. = dan sebagainya
- hlm. = halaman
- ybs. = yang bersangkutan
Kesalahan yang sering muncul adalah menulis dll atau dsb tanpa tanda titik.
Dalam naskah yang panjang, penggunaan singkatan seperti ini juga sebaiknya tidak berlebihan. Jika bentuk lengkapnya lebih mudah dipahami pembaca, bentuk lengkap dapat digunakan.
Akronim Nama Diri dan Lembaga
Akronim yang berupa nama diri dan terdiri atas huruf awal setiap kata dapat ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.
Contohnya:
- Bappenas = Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
- Bulog = Badan Urusan Logistik
- Kemdikbud = Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Sementara itu, akronim bukan nama diri dapat ditulis menggunakan huruf kecil.
Contohnya:
- pemilu = pemilihan umum
- puskesmas = pusat kesehatan masyarakat
- rudal = peluru kendali
Karena itu, jangan menganggap semua akronim harus ditulis menggunakan huruf kapital.
Perkenalkan Singkatan pada Kemunculan Pertama
Dalam naskah buku, khususnya buku akademik atau ilmiah, pembaca perlu mendapatkan konteks sebelum menemukan singkatan berkali-kali.
Misalnya, pada kemunculan pertama dapat ditulis:
International Standard Book Number (ISBN)
Setelah itu, penulis dapat menggunakan bentuk ISBN pada bagian berikutnya.
Cara ini membuat pembaca mengetahui kepanjangan istilah sekaligus membantu menjaga tulisan tetap ringkas.
Jangan Membuat Singkatan Sendiri Secara Sembarangan
Tidak semua istilah perlu dibuat singkatan.
Jika sebuah istilah hanya muncul dua atau tiga kali dalam satu tulisan, membuat singkatan baru justru dapat membebani pembaca. Pembaca harus mengingat kepanjangan dari singkatan yang sebenarnya tidak terlalu sering digunakan.
Gunakan singkatan apabila bentuk tersebut memang lazim, resmi, atau membantu efisiensi penulisan.
Periksa Konsistensi Sebelum Naskah Diterbitkan
Kesalahan singkatan sering tidak terlihat ketika penulis hanya membaca isi secara cepat. Karena itu, pemeriksaan khusus dapat dilakukan sebelum naskah masuk ke tahap akhir.
Perhatikan apakah:
- bentuk singkatan sudah konsisten,
- tanda titik digunakan sesuai aturan,
- huruf kapital sudah tepat,
- kepanjangan sudah diperkenalkan,
- dan singkatan yang digunakan memang diperlukan.
Penulis juga dapat menggunakan fitur pencarian di Microsoft Word untuk menemukan singkatan tertentu dan memeriksa apakah penulisannya sudah konsisten di seluruh naskah.
Singkatan Kecil, Pengaruhnya Besar
Singkatan dan akronim memang hanya bagian kecil dari sebuah naskah. Namun, ketepatan penggunaannya dapat membuat tulisan terasa lebih rapi, konsisten, dan mudah dipahami.
Penulis tidak perlu menghafalkan semua bentuk singkatan yang ada. Yang lebih penting adalah memahami jenisnya, mengetahui aturan dasar penulisannya, dan selalu memeriksa konsistensi dalam naskah.
Sebab, dalam tulisan yang panjang, kerapian tidak dibangun hanya dari paragraf yang baik. Detail kecil seperti singkatan pun ikut menentukan kualitas keseluruhan naskah.
Jika Anda sedang mempersiapkan naskah buku untuk diterbitkan, pemeriksaan bahasa dan kerapian naskah menjadi bagian penting sebelum buku masuk ke tahap layout dan produksi. PT Ghani Press Group menyediakan layanan penerbitan buku yang mencakup editing, layout, desain cover, hingga proses ISBN sesuai kebutuhan naskah.
Yuk, Tulis dan Wujudkan Bukumu Jadi Nyata!
Konsultasikan naskahmu sekarang dan wujudkan buku impianmu bersama penerbit PT. GHANI PRESS GROUP


