Tulisan Sudah Panjang, tetapi Apakah Isinya Sudah Berkembang?

Tulisan Sudah Panjang

Hai, Sobat Literasi!

Pernah membaca tulisan yang terdiri dari banyak halaman, tetapi setelah selesai dibaca terasa seperti tidak banyak hal yang didapat? Kalimatnya panjang, paragrafnya banyak, bahkan jumlah halamannya terlihat meyakinkan. Namun, ketika ditanya apa gagasan utama yang sebenarnya ingin disampaikan, jawabannya justru sulit ditemukan.

“Tulisan yang panjang belum tentu luas; kadang, ia hanya berjalan lebih jauh untuk mengatakan hal yang sama”

Fenomena seperti ini cukup sering terjadi ketika seseorang sedang menulis artikel, laporan, makalah, maupun buku. Ketika merasa tulisannya terlalu pendek, penulis kemudian menambahkan kalimat, memperpanjang penjelasan, atau mengulang gagasan dengan bentuk yang berbeda. Tulisan memang menjadi lebih panjang, tetapi belum tentu menjadi lebih kuat.

Dalam menulis, panjang tulisan dan berkembangnya gagasan merupakan dua hal yang berbeda.

Menambah Kata Tidak Sama dengan Mengembangkan Gagasan

Tulisan dapat bertambah panjang karena penulis menambahkan informasi baru. Namun, tulisan juga bisa bertambah panjang hanya karena satu gagasan dijelaskan berulang kali.

Misalnya, seorang penulis ingin menjelaskan bahwa membaca memiliki banyak manfaat. Jika paragraf berikutnya kembali mengatakan bahwa membaca dapat menambah wawasan, kemudian paragraf selanjutnya kembali menjelaskan bahwa membaca membuat seseorang memiliki pengetahuan lebih luas, jumlah kata memang bertambah, tetapi gagasannya belum benar-benar berkembang.

Sebaliknya, gagasan tersebut dapat dikembangkan dengan membahas manfaat membaca dari sudut yang berbeda. Penulis dapat menjelaskan bagaimana membaca membantu seseorang mengenali sudut pandang baru, memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan memahami informasi, atau membangun kebiasaan berpikir kritis.

Di situlah tulisan mulai memiliki kedalaman.

Bagaimana Mengetahui Gagasan Sudah Berkembang?

Salah satu cara sederhana adalah melihat hubungan antara satu paragraf dan paragraf berikutnya.

Tanyakan kepada diri sendiri: “Apa informasi baru yang diberikan paragraf ini?”

Jika jawabannya tidak ada karena paragraf tersebut hanya mengulang penjelasan sebelumnya, mungkin tulisan tidak sedang berkembang. Penulis bisa mempertimbangkan untuk menggabungkan kedua paragraf atau mencari sudut pembahasan yang berbeda.

Pengembangan gagasan juga dapat dilakukan dengan menambahkan contoh, data, perbandingan, sebab-akibat, penjelasan proses, atau konsekuensi dari suatu persoalan.

Dengan begitu, setiap paragraf memiliki fungsi.

Tulisan yang Baik Tidak Harus Mengatakan Semuanya

Keinginan untuk membuat tulisan lengkap terkadang membuat penulis memasukkan terlalu banyak hal.

Semua informasi dianggap penting. Semua contoh ingin dimasukkan. Semua penjelasan terasa sayang untuk dihapus.

Padahal, tulisan yang baik bukan tulisan yang memasukkan seluruh informasi yang diketahui penulis. Tulisan yang baik adalah tulisan yang mampu memilih informasi yang paling relevan dengan tujuan pembahasan.

Ketika penulis mengetahui apa yang ingin disampaikan, proses memilih informasi menjadi lebih mudah. Informasi yang tidak mendukung gagasan utama dapat dikurangi, sementara informasi yang memperjelas pembahasan dapat diperkuat.

Karena itu, menghapus bagian tertentu bukan berarti membuat tulisan menjadi lebih miskin. Terkadang, justru membuat gagasan utama semakin terlihat.

Ada Bedanya “Panjang” dan “Dalam”

Tulisan yang panjang berbicara mengenai jumlah. Tulisan yang dalam berbicara mengenai pemahaman.

Sebuah tulisan dapat terdiri dari tiga halaman, tetapi mampu menjelaskan persoalan dengan runtut dan membuat pembaca memahami sesuatu yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Sebaliknya, tulisan puluhan halaman bisa terasa melelahkan apabila pembahasannya berputar pada gagasan yang sama.

Kedalaman dapat muncul ketika penulis berani menggali pertanyaan lanjutan.

Mengapa hal tersebut terjadi? Apa penyebabnya? Bagaimana prosesnya? Apa dampaknya? Adakah contoh yang dapat memperjelasnya? Bagaimana persoalan tersebut dilihat dari sudut pandang lain?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu membantu penulis bergerak dari sekadar menyampaikan informasi menuju membangun pemahaman.

Sebelum Menambah Paragraf, Coba Periksa Gagasannya

Ketika tulisan terasa terlalu pendek, jangan langsung berpikir bahwa solusinya adalah menambahkan paragraf.

Berhenti sejenak dan lihat kembali gagasan yang sudah ada.

Apakah ada informasi yang belum dijelaskan? Apakah ada contoh yang dapat memperjelas? Apakah terdapat hubungan sebab-akibat yang belum diterangkan? Apakah pembaca membutuhkan konteks tambahan?

Jika jawabannya iya, tulisan memang memiliki ruang untuk dikembangkan.

Namun, jika semua sudah cukup jelas, tulisan yang pendek tidak selalu menjadi masalah.

Sebab, tujuan menulis bukan membuat pembaca menghitung berapa banyak kata yang berhasil kita hasilkan. Tujuan menulis adalah membuat gagasan sampai kepada pembaca dengan jelas.

Biarkan Setiap Paragraf Membawa Sesuatu

Pada akhirnya, tulisan yang baik tidak diukur dari seberapa jauh penulis mampu memperpanjangnya, tetapi dari seberapa banyak pemahaman yang berhasil dibangun.

Setiap paragraf sebaiknya membawa sesuatu: informasi baru, penjelasan, contoh, alasan, pertanyaan, atau sudut pandang yang membantu pembaca mengikuti gagasan utama.

Jika sebuah paragraf tidak menambah pemahaman dan hanya mengulang apa yang sudah dikatakan, mungkin paragraf tersebut tidak perlu dipertahankan.

Menulis bukan perlombaan mengumpulkan kata.

Sebab, tulisan yang kuat bukan yang paling banyak berkata-kata, melainkan yang tahu kapan harus menjelaskan, kapan harus memperdalam, dan kapan harus berhenti.

Yuk, Tulis dan Wujudkan Bukumu Jadi Nyata!

Konsultasikan naskahmu sekarang dan wujudkan buku impianmu bersama penerbit PT. GHANI PRESS GROUP

Related Post

Recent Post

Tulisan Sudah Panjang, tetapi Apakah Isinya Sudah Berkembang?

Tulisan Sudah Panjang, tetapi Apakah Isinya Sudah Berkembang?

Hai, Sobat Literasi! Pernah membaca tulisan yang terdiri dari banyak halaman, tetapi setelah selesai dibaca terasa seperti tidak banyak hal…

Di Balik Buku Ghani Press: Karyawan Berkinerja Baik Belum Tentu Puas dan Loyal

Di Balik Buku Ghani Press: Karyawan Berkinerja Baik Belum Tentu Puas dan Loyal

Hai, Sobat Ghani Press! Di sebuah perusahaan, karyawan yang menyelesaikan pekerjaan tepat waktu mungkin akan terlihat sebagai karyawan yang memiliki…

Mengapa Arti Sebuah Kata di KBBI Bisa Lebih dari Satu?

Mengapa Arti Sebuah Kata di KBBI Bisa Lebih dari Satu?

Hai, Sobat Literasi! Pernah mencari sebuah kata di KBBI lalu menemukan bahwa kata tersebut ternyata memiliki lebih dari satu arti?…