Hai, Sobat Literasi!
Menulis bukan sekadar menyusun kata menjadi kalimat. Setiap kata yang dipilih membawa makna tertentu. Ketika sebuah kata digunakan secara kurang tepat, maksud yang ingin disampaikan penulis bisa berubah atau bahkan menimbulkan penafsiran yang berbeda bagi pembaca.
Hal ini sering terjadi dalam penulisan buku, artikel, karya ilmiah, maupun tulisan sehari-hari. Penulis terkadang memilih kata hanya karena terdengar lebih menarik, tanpa mempertimbangkan makna sebenarnya. Akibatnya, kalimat yang awalnya ingin menjelaskan sesuatu justru menjadi kurang jelas.
Karena itu, memilih kata yang tepat merupakan bagian penting dalam menghasilkan tulisan yang mudah dipahami. Lalu, bagaimana cara memilih kata agar makna kalimat tetap sesuai dengan maksud penulis?
“Kata yang tepat bukan selalu kata yang paling rumit, tetapi kata yang paling mampu menyampaikan maksud”
Pahami Makna Kata Sebelum Menggunakannya
Langkah pertama adalah memahami arti kata yang akan digunakan.
Jangan memilih kata hanya karena sering melihatnya dalam tulisan orang lain. Beberapa kata memiliki makna yang mirip, tetapi penggunaannya berbeda sesuai konteks.
Misalnya, kata efektif dan efisien.
- Efektif berkaitan dengan keberhasilan mencapai tujuan.
- Efisien berkaitan dengan penggunaan sumber daya secara hemat atau tepat.
Contohnya:
«Metode tersebut efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa.»
Sementara itu:
«Proses tersebut dilakukan secara efisien agar tidak membuang banyak waktu.»
Memahami perbedaan makna seperti ini membantu penulis memilih kata sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan.
Perhatikan Konteks Kalimat
Satu kata dapat memiliki makna yang berbeda tergantung konteks penggunaannya.
Karena itu, jangan memilih kata secara terpisah. Bacalah keseluruhan kalimat dan pertimbangkan informasi yang ingin disampaikan.
Misalnya, kata “ringan” dapat digunakan untuk menunjukkan bobot benda, tetapi juga dapat menggambarkan sesuatu yang tidak berat secara makna.
«Tas itu terasa ringan ketika dibawa.»
«Ia mengalami gejala yang ringan.»
Konteks membuat pembaca memahami makna yang dimaksud.
Hindari Menggunakan Kata yang Sekadar Terdengar Lebih Canggih
Penulis terkadang merasa bahwa tulisan akan terlihat lebih profesional jika menggunakan kata-kata yang jarang digunakan.
Padahal, kata yang rumit belum tentu lebih tepat. Jika terdapat kata sederhana yang mampu menyampaikan maksud dengan jelas, kata tersebut justru lebih baik digunakan.
Misalnya, daripada menggunakan istilah yang tidak familiar bagi pembaca, gunakan kata yang lebih umum selama tidak mengurangi ketepatan makna.
Tulisan yang baik bukan tulisan yang membuat pembaca berhenti karena bingung, melainkan tulisan yang membantu pembaca memahami informasi dengan mudah.
Perhatikan Kata yang Mirip tetapi Tidak Sama
Beberapa kata memiliki bentuk atau makna yang hampir sama sehingga sering tertukar.
Contohnya:
- praktik dan praktis
- efektif dan efisien
- syarat dan sarat
- tindakan dan tindak
- presisi dan akurasi
Perbedaan kecil tersebut dapat memengaruhi makna kalimat. Oleh karena itu, ketika menemukan kata yang terasa mirip, pastikan kembali arti dan penggunaannya sebelum memasukkannya ke dalam tulisan.
Sesuaikan Kata dengan Pembaca
Pemilihan kata juga perlu disesuaikan dengan siapa yang akan membaca tulisan.
Buku untuk anak-anak tentu membutuhkan pilihan kata yang berbeda dengan buku akademik. Begitu pula artikel populer tidak selalu membutuhkan istilah teknis sebanyak karya ilmiah.
Misalnya, jika pembaca berasal dari masyarakat umum, istilah teknis yang sulit dipahami sebaiknya diberikan penjelasan atau diganti dengan istilah yang lebih familiar apabila memungkinkan.
Dengan begitu, pesan yang ingin disampaikan tidak terhalang oleh pilihan kata yang terlalu rumit.
Gunakan KBBI dan Sumber Tepercaya
Jika ragu terhadap arti atau bentuk sebuah kata, jangan hanya mengandalkan ingatan.
Penulis dapat memeriksa Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk mengetahui makna, bentuk kata, serta penggunaan kata yang tepat. Untuk istilah tertentu, penulis juga dapat menggunakan kamus istilah atau sumber rujukan yang sesuai dengan bidang pembahasan.
Kebiasaan memeriksa kata sebelum digunakan dapat mengurangi kesalahan dan membuat tulisan lebih akurat.
Baca Kembali Kalimat Setelah Ditulis
Setelah memilih kata, baca kembali kalimat tersebut secara keseluruhan.
Tanyakan kepada diri sendiri:
“Apakah pembaca akan memahami maksud saya dengan cara yang sama?”
Jika jawabannya masih meragukan, pertimbangkan untuk mengganti kata tersebut dengan pilihan yang lebih jelas.
Membaca ulang juga dapat membantu menemukan kata yang terasa berlebihan, ambigu, atau tidak sesuai dengan konteks.
Memilih kata yang tepat merupakan salah satu kunci agar tulisan dapat menyampaikan pesan sesuai dengan maksud penulis. Kesalahan dalam memilih kata dapat membuat informasi menjadi kurang jelas, menimbulkan penafsiran berbeda, bahkan mengubah makna kalimat.
Untuk menghindarinya, pahami makna kata, perhatikan konteks, hindari penggunaan istilah yang tidak perlu, bedakan kata yang memiliki kemiripan, sesuaikan pilihan kata dengan pembaca, dan gunakan sumber kebahasaan yang tepercaya.
Pada akhirnya, tulisan yang baik tidak harus menggunakan kata-kata yang sulit. Tulisan yang baik adalah tulisan yang mampu menyampaikan maksud secara tepat, jelas, dan mudah dipahami oleh pembacanya.
Yuk, Tulis dan Wujudkan Bukumu Jadi Nyata!
Konsultasikan naskahmu sekarang dan wujudkan buku impianmu bersama penerbit PT. GHANI PRESS GROUP


