25 Kata yang Paling Sering Salah Ditulis Menurut KBBI

25 Kata

Hai, Sobat Literasi!

Dalam menulis, kesalahan tidak selalu terjadi karena kurangnya ide atau informasi. Sering kali, kekeliruan justru muncul saat memilih bentuk kata yang benar. Tidak sedikit kata yang sudah lama digunakan dalam percakapan sehari-hari ternyata bukan merupakan bentuk baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Bagi penulis, mahasiswa, guru, dosen, maupun siapa saja yang aktif menulis, memahami kata baku merupakan hal yang penting. Selain meningkatkan kualitas tulisan, penggunaan kata baku juga mencerminkan ketelitian penulis dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini menjadi semakin penting ketika menulis karya ilmiah, artikel, buku, laporan, maupun dokumen resmi yang membutuhkan ketepatan bahasa.

Lalu, kata apa saja yang masih sering salah ditulis? Simak daftar berikut agar tulisan Anda semakin sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

“Ketelitian dalam menulis sering dimulai dari satu hal sederhana: memilih kata yang benar”

Mengapa Penting Menggunakan Kata Baku?

Kata baku berfungsi sebagai standar dalam penggunaan bahasa Indonesia. Dengan menggunakan bentuk kata yang benar, tulisan menjadi lebih mudah dipahami, lebih konsisten, dan terlihat lebih profesional.

Penggunaan kata baku juga menunjukkan bahwa penulis menghargai kaidah bahasa Indonesia. Oleh karena itu, hampir semua karya tulis resmi, mulai dari skripsi, tesis, jurnal, buku, hingga surat resmi, menggunakan kata baku sebagai acuan utama.

Meskipun dalam percakapan sehari-hari penggunaan kata tidak baku masih sering dijumpai, penulis sebaiknya tetap membiasakan diri menggunakan bentuk baku ketika menulis.

25 Kata yang Paling Sering Salah Ditulis

Berikut beberapa kata yang masih sering keliru beserta bentuk bakunya menurut KBBI.

Bentuk yang Sering Salah:

  • Ijin
  • Resiko
  • Praktek
  • Aktifitas
  • Sekedar
  • Apotik
  • Antri
  • Sistim
  • Nasehat
  • Kwalitas
  • Hakekat
  • Analisa
  • Diagnosa
  • Himbau
  • Himbauan
  • Obyek
  • Subyek
  • Do’a
  • Jadual
  • Tehnik
  • Karir
  • Telpon
  • Fikir
  • Fotocopy
  • Bis

Bentuk Baku:

  • Izin
  • Risiko
  • Praktik
  • Aktivitas
  • Sekadar
  • Apotek
  • Antre
  • Sistem
  • Nasihat
  • Kualitas
  • Hakikat
  • Analisis
  • Diagnosis
  • Imbau
  • Imbauan
  • Objek
  • Subjek
  • Doa
  • Jadwal
  • Teknik
  • Karier
  • Telepon
  • Pikir
  • Fotokopi
  • Bus

Daftar di atas hanyalah sebagian kecil dari kata-kata yang masih sering keliru digunakan. Karena bahasa terus berkembang, penting bagi penulis untuk selalu memeriksa bentuk kata yang digunakan melalui KBBI apabila masih merasa ragu.

Mengapa Kesalahan Ini Masih Sering Terjadi?

Sebagian besar kesalahan muncul karena bentuk yang tidak baku telah lama digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, banyak orang terbiasa menulis sesuai kebiasaan, bukan berdasarkan kaidah bahasa Indonesia.

Selain itu, penyebaran informasi melalui media sosial, pesan instan, maupun konten digital sering kali mengabaikan penggunaan kata baku. Lama-kelamaan, bentuk yang keliru dianggap benar karena terlalu sering ditemui.

Padahal, dalam penulisan resmi, karya ilmiah, maupun buku, penggunaan kata baku tetap menjadi acuan yang tidak dapat diabaikan.

Cara Memastikan Kata Sudah Baku

Gunakan KBBI sebagai Rujukan Utama

Cara paling mudah untuk memastikan bentuk suatu kata adalah dengan memeriksanya di KBBI.

Apabila masih ragu terhadap ejaan atau bentuk sebuah kata, jangan hanya mengandalkan kebiasaan, mesin pencari, atau informasi dari media sosial. Tidak semua kata yang sering digunakan merupakan bentuk baku.

Saat ini, KBBI juga tersedia dalam versi daring sehingga lebih mudah diakses kapan saja. Dengan membiasakan diri memeriksa kata sebelum naskah dipublikasikan, penulis dapat meminimalkan kesalahan penulisan dan meningkatkan kualitas karya yang dihasilkan.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Selain menggunakan kata yang tidak baku, beberapa kesalahan berikut juga masih sering ditemukan dalam berbagai jenis tulisan.

  • mencampurkan kata baku dan tidak baku dalam satu naskah;
  • mengikuti ejaan yang sedang populer di media sosial;
  • tidak memeriksa kembali kata-kata yang masih diragukan;
  • menggunakan bentuk kata berdasarkan kebiasaan, bukan berdasarkan KBBI;
  • menganggap semua kata yang sering didengar pasti merupakan bentuk yang benar.

Membiasakan diri melakukan pemeriksaan akhir sebelum tulisan dipublikasikan merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas sebuah karya.

Tips Membiasakan Penggunaan Kata Baku

Jadikan KBBI sebagai Teman Menulis

Menggunakan kata baku bukanlah sesuatu yang dapat dikuasai dalam waktu singkat. Dibutuhkan kebiasaan untuk selalu memeriksa kata yang dirasa meragukan.

Semakin sering Anda membuka KBBI, semakin mudah pula mengenali bentuk-bentuk kata yang benar. Kebiasaan ini tidak hanya membantu mengurangi kesalahan penulisan, tetapi juga memperkaya kosakata dan meningkatkan kepercayaan diri saat menulis.

Menggunakan kata baku bukan sekadar mengikuti aturan bahasa, tetapi juga menunjukkan ketelitian, profesionalisme, dan tanggung jawab penulis terhadap pembacanya. Tulisan yang menggunakan bentuk kata sesuai KBBI akan lebih mudah dipahami, lebih konsisten, dan memiliki nilai yang lebih baik, baik dalam dunia akademik maupun penerbitan.

Apabila masih ragu terhadap suatu kata, jadikan KBBI sebagai rujukan utama. Dengan kebiasaan sederhana tersebut, kualitas tulisan akan terus meningkat dan kesalahan penulisan dapat diminimalkan. Pada akhirnya, ketepatan memilih kata bukan hanya memperindah sebuah tulisan, tetapi juga membantu penulis menyampaikan gagasan secara lebih jelas dan meyakinkan.

Yuk, Tulis dan Wujudkan Bukumu Jadi Nyata!

Konsultasikan naskahmu sekarang dan wujudkan buku impianmu bersama penerbit PT. GHANI PRESS GROUP

Related Post

Recent Post

Cara Menentukan Informasi yang Perlu dan Tidak Perlu Masuk ke dalam Buku

Cara Menentukan Informasi yang Perlu dan Tidak Perlu Masuk ke dalam Buku

Hai, Sobat Literasi! Menulis buku sering kali diawali dengan proses mengumpulkan berbagai informasi. Penulis membaca banyak referensi, mencatat ide, melakukan…

Promo Jasa Penerbitan Buku

Promo Jasa Penerbitan Buku

Cukup bayar Rp. 500.000 kalian sudah bisa menerbitkan buku yang akan bisa diakses secara luas. Penulis akan mendapatkan free 1Eks…

Mengapa Ilustrasi Penting dalam Sebuah Buku?

Mengapa Ilustrasi Penting dalam Sebuah Buku?

Hai, Sobat Literasi! Sebuah buku tidak hanya dinilai dari kualitas isi, tetapi juga dari bagaimana informasi di dalamnya disajikan. Salah…