Hai, Sobat Literasi!
Ketika menulis buku, terutama buku akademik, referensi menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari pembahasan. Penulis mungkin menggunakan pendapat ahli, hasil penelitian, teori, atau data dari sumber lain untuk memperkuat argumen yang sedang dibangun. Namun, mengambil informasi dari sumber lain tidak berarti penulis bisa menyalinnya begitu saja.
“Mengutip bukan sekadar mengambil kalimat, tetapi memahami sumber dan menyampaikannya dengan cara yang tepat”
Di sinilah kutipan langsung dan kutipan tidak langsung menjadi penting. Keduanya sama-sama digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber lain, tetapi cara penulisannya berbeda. Kesalahan dalam membedakan keduanya dapat membuat format naskah tidak konsisten, bahkan berpotensi membuat sumber yang digunakan menjadi tidak jelas.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan kutipan langsung dan tidak langsung? Bagaimana aturan penggunaannya dalam naskah buku?
Apa Itu Kutipan Langsung?
Kutipan langsung adalah kutipan yang mengambil pernyataan dari sumber lain dengan mempertahankan kata-kata atau susunan kalimat sebagaimana terdapat dalam sumber aslinya.
Karena menggunakan kata-kata dari sumber, penulis perlu memperhatikan ketepatan penulisan. Jangan mengubah kata, ejaan, atau susunan kalimat secara sembarangan.
Contohnya:
«Menurut Sugiyono (2019), “metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.”»
Kalimat tersebut menggunakan pernyataan dari sumber secara langsung sehingga bagian yang dikutip perlu ditandai sebagai kutipan.
Untuk kutipan yang relatif pendek, penggunaannya biasanya dapat ditempatkan di dalam paragraf dengan tanda petik. Sementara itu, kutipan yang panjang dapat disajikan dalam bentuk blok kutipan sesuai pedoman penulisan yang digunakan.
Kapan Kutipan Langsung Digunakan?
Kutipan langsung dapat digunakan ketika redaksi asli dari sumber memang penting untuk dipertahankan. Misalnya, ketika penulis mengutip definisi, pernyataan penting, rumusan tertentu, atau kalimat yang memiliki makna khusus dari seorang ahli.
Namun, kutipan langsung sebaiknya tidak digunakan secara berlebihan. Buku yang terlalu banyak berisi kalimat dari sumber lain dapat membuat pembahasan terasa seperti kumpulan kutipan, bukan hasil pengolahan gagasan penulis.
Apa Itu Kutipan Tidak Langsung?
Berbeda dengan kutipan langsung, kutipan tidak langsung menyampaikan kembali gagasan dari sumber menggunakan kalimat yang disusun oleh penulis sendiri.
Artinya, penulis memahami gagasan dari sumber kemudian menjelaskannya dengan bahasa sendiri tanpa mengubah inti informasi.
Contohnya:
Sumber menyatakan:
«Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk memperoleh data sesuai tujuan tertentu.»
Kutipan tidak langsung:
Metode penelitian dapat dipahami sebagai langkah ilmiah yang digunakan peneliti untuk memperoleh data sesuai dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2019).
Pada contoh tersebut, penulis tidak menyalin kalimat sumber secara persis. Gagasannya tetap berasal dari sumber, tetapi disampaikan kembali menggunakan susunan kalimat penulis.
Perbedaan Kutipan Langsung dan Tidak Langsung
Perbedaan keduanya dapat dilihat dari beberapa hal.
Kutipan langsung:
- menggunakan kata-kata dari sumber;
- susunan kalimat dipertahankan;
- perlu ditandai sebagai kutipan;
- cocok untuk definisi atau pernyataan yang perlu dipertahankan secara persis.
Kutipan tidak langsung:
- menggunakan susunan kalimat penulis;
- menyampaikan kembali gagasan dari sumber;
- tidak menyalin kalimat sumber secara persis;
- cocok digunakan ketika penulis ingin mengintegrasikan teori ke dalam pembahasannya.
Meski berbeda cara penyampaiannya, keduanya tetap harus mencantumkan sumber. Mengubah kalimat menjadi bahasa sendiri bukan berarti gagasan tersebut berubah menjadi milik penulis.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Ada beberapa kesalahan yang cukup sering ditemukan dalam penulisan kutipan.
Pertama, menggunakan kutipan langsung tetapi tidak mencantumkan sumber. Ini membuat pembaca tidak dapat mengetahui dari mana pernyataan tersebut berasal.
Kedua, mengubah beberapa kata dari sumber tetapi tetap menganggapnya sebagai kutipan tidak langsung. Jika sebagian besar struktur kalimat masih mengikuti sumber, penulis perlu berhati-hati agar tidak sekadar mengganti beberapa kata dengan sinonim.
Ketiga, menggunakan kutipan langsung terlalu banyak. Referensi memang penting, tetapi buku tetap membutuhkan analisis dan penjelasan dari penulis.
Keempat, sumber di dalam teks tidak sesuai dengan daftar pustaka. Nama penulis, tahun, dan informasi sumber perlu diperiksa kembali agar konsisten.
Bagaimana Menggunakan Kutipan dengan Tepat?
Kunci utamanya adalah memahami fungsi kutipan dalam pembahasan. Jangan memasukkan kutipan hanya karena ingin membuat tulisan terlihat lebih ilmiah.
Sebelum memasukkan sebuah kutipan, tanyakan terlebih dahulu: apakah kalimat asli dari sumber memang perlu dipertahankan? Jika iya, kutipan langsung dapat menjadi pilihan. Jika yang dibutuhkan adalah gagasannya, kutipan tidak langsung biasanya lebih mudah diintegrasikan ke dalam pembahasan.
Setelah itu, pastikan sumber dicatat dengan benar. Simpan informasi seperti nama penulis, tahun terbit, judul, dan data publikasi sejak awal agar penulis tidak kesulitan ketika menyusun daftar pustaka.
Kutipan Seharusnya Memperkuat, Bukan Menggantikan Gagasan Penulis
Kutipan bukan sekadar cara untuk memenuhi halaman atau menambah jumlah referensi. Penggunaan kutipan yang tepat justru menunjukkan bahwa penulis mampu menghubungkan gagasannya dengan sumber yang relevan.
Naskah yang baik bukan naskah yang penuh dengan kutipan, melainkan naskah yang mampu mengolah sumber menjadi pembahasan yang utuh. Penulis tetap menjadi pihak yang mengarahkan pembaca, sementara kutipan berfungsi sebagai pendukung argumen.
Sebelum naskah dikirim ke penerbit, periksa kembali setiap kutipan. Pastikan formatnya konsisten, sumbernya jelas, dan semua sumber yang digunakan telah dicatat dengan baik.
Ghani Press membantu penulis dalam mempersiapkan naskah buku melalui berbagai layanan penerbitan, termasuk penyuntingan dan layout. Dengan naskah yang rapi sejak tahap awal, proses menuju buku yang siap diterbitkan dapat berjalan lebih terarah.
Yuk, Tulis dan Wujudkan Bukumu Jadi Nyata!
Konsultasikan naskahmu sekarang dan wujudkan buku impianmu bersama penerbit PT. GHANI PRESS GROUP

